Kamis, 27 Februari 2014

Ketika Anak Memaksa Ayahnya Mendongeng

Halo, apa kabar? Sekitar 2 bulan tidak ngeblog. Saya minta maaf kepada Anda yang mungkin sengaja mampir ke blog Anjarisme ini, namun tak ada tulisan terkini. Tidak ada keharusan sih membarui tulisan pada periode tertentu. Tapi itu tak menghalangi perasaan sesal disebabkan sebagai tuan rumah tak mampu memuliakan tamunya.

Sejak lama saya terbiasa ngeblog pada malam hari menjelang tidur. Rupanya belakangan ini, waktu menjelang tidur terisi oleh hal-hal lain. Atau fikiran dan fisik sudah mencapai titik jenuhnya, sehingga semangat posting blog menjadi hilang. Oh ya, sekarang ada aktivitas baru yang hampir selalu dan tidak boleh ditinggalkan; bercerita. Ya, saya harus membaca cerita atau dongeng kepada ke-4 putri saya.

Dongeng sebelum tidur sebenarnya sudah sering saya lakukan sejak putri pertama. Bercerita dilakukan sesuai dengan mood saya. Lumayan sering sih. Yang berbeda saat ini, ke-4 putri saya menuntut harus dibacakan cerita/dongeng. Mereka (pura-pura) mengancam tidak mau tidur jika ayahnya tidak mendongeng. Nah, siapa coba yang tega menolak permintaan anak tersayangnya?

Biasanya jenis dongeng yang saya ceritakan atau baca adalah dongeng fabel. Ya, bisa dibilang dongeng konvensional. Kadang juga, mereka meminta cerita masa kecil saya, pengalaman perjalanan daerah, dan lain-lain. Setelah mendongeng dengan 2 atau 3 cerita biasanya putri-putri saya tertidur. Kadang-kadang saya juga ikut ketiduran ;))

Begitulah sekelumit cerita untuk mengisi blog saya ini. Semoga blog ini tetap langgeng berbagi ide, pemahaman dan pengalaman terutama urusan public relations, marketing dan branding rumah sakit. Terima kasih.

Jangan Sebarkan Foto dan Video dari Korban Terorisme

Astaghfirullah! Kita mengutuk pelaku peledakan bom di Surabaya pagi ini dan teror dengan segala bentuknya. Mohon tidak menyebarkan foto, au...