Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2015

Tulis Sejarah Sendiri

Setiap orang punya alasan ngeblog. Tapi yang lebih penting dari itu semua, tulislah sejarahmu sendiri (Anjari, 29 Februari 2011).
Malu rasanya pernah menulis seperti itu. Faktanya, sekarang sudah malas menulis blog. Waktunya sudah banyak tersita oleh tugas sebagai abdi negara yang nyaris 24 jam. Semalam saat bongkar-bongkar file lama, tak sengaja saya menemukan kalimat diatas pada slide terakhir pada materi "Ngebog yuks" tertanggal 29 Februari 2011. Saya lupa materi itu saya sampaikan dimana. Bisa jadi sebelumnya saya telah menuliskan kutipan itu di status Facebook atau Twitter.

Karena membaca kutipan itu, semalam saya membaca postingan lama di http://Anjari.blogdetik.com. Ada nuansa romantisme masa lalu yang sulit tergambarkan. Seiring membatin untaian kalimat-kalimat postingan, terbayang suasana kebatinan saat postingan itu ditulis. Akhirnya, saya bisa merasakan sejarah yang saya tulis waktu itu.

Abaikan saya yang malas. Kepada Anda yang penuh semangat dan energi, ngeblog…

Tamu Istimewa Tenaga Humas Pemerintah

Ada tamu istimewa datang ke Puskom Publik, Rabu (23/12) kemarin. Mereka, 3 orang Tenaga Humas Pemerintah (THP) dengan diantar seorang staf Kominfo. Maksud kedatangannya untuk memperoleh informasi mendalam kehumasan yang dilaksanakan Kementerian Kesehatan. Kami terbuka dengan kunjungan THP ini, semua Bidang di Puskom Publik hadir untuk memberikan informasi atau menjawab pertanyaan mereka. Selain diskusi, kami mengantar mereka melakukan kunjungan di setiap ruang kerja Puskom Publik.

Dari 3 orang THP yang hadir ini, 2 orang berlatar belakang wartawan dan 1 orang dari Lembaga Swadaya Masyarakat. Sepintas, mereka orang-orang dengan kapasitas personal dan kehumasan baik. Pantaslah, mereka 3 orang dari 47 orang yang diseleksi dari 1.779 pelamar THP. Awalnya ditargetkan 100 orang, tetapi yg lolos dari Tim Seleksi hanya 47 orang.

THP nanti ditempatkan pada setiap Kementerian dengan menempel Menteri. Kedudukan eselon II dan melaporkan tugasnya kepada Menteri teknis dan Menkominfo. Konon, THP a…

Pengalaman Menjadi Dosen Tamu UI

“Halo Pak, saya Anjari dari Puskom Publik Kementerian Kesehatan”, sambil berjabat tangan. “Terima kasih, Pak. Silakan. Lulusan sini juga ya?,” katanya menanyakan apakah saya lulusan UI. “Bukan pak” “Ohh, atau UGM?” “Maaf pak, sebelumnya. Toilet dimana ya?”, saya sudah tak kuat lagi menahan hajat setelah menerobos kemacetan selama 2 jam perjalanan dari kawasan Kuningan Jakarta ke kampus UI Depok. “Ohh, dibawah pak,” katanya sambil mengantar saya menuju toilet di lantai dasar. Sungguh saya tak menyangka mendapat pertanyaan pertama pada awal perjumpaan seperti ini. Saya hanya bisa membatin sambil “tertawa gila” dalam hati. Mungkin, tampang dan penampilan saya lulusan UI atau UGM. Ini pasti salah, karena dulu saya gagal ikut UMPTN masuk UGM. UI? Sampai saat ini masih mimpi. Atau barangkali yang menjadi dosen, atau dosen tamu di UI ini mayoritas lulusan UI dan UGM. Atau kampus top lainnya. “Maaf ya pak, saya mengecewakanmu,” batin saya. Faktanya, saya lulusan luar negeri. Alias perguruan…

Untuk Siapa Ucapan Selamat Hari Ibu?

Pagi-pagi sekali, putri pertama saya, Fathimah Alif Salsabila memberikan bungkusan kecil untuk bundanya.

"Selamat hari Ibu, Bunda," katanya.
"Terima kasih nak. Jaga adik di rumah ya. Meski libur, kalau bisa tetap belajar", jawab bundanya sambil memeluknya.

Saya diam memperhatikan, tak mau merusak suasana syahdu itu. Setelah selesai, saya menyalami istri saya dan mengecup keningnya, kemudian pamit menyiapkan kendaraan. Sementara itu, di Grup WA saya tertebaran gambar meme dan untaian puisi indah yang sepertinya diperuntukkan untuk Sang Ibu. Entahlah, apakah si pengirim pesan-pesan indah itu juga mengirimi Ibu-nya, selain di grup WA.

Mungkin saya termasuk "anak durhaka", karena seingat saya tak pernah mengucapkan secara lisan hari ibu kepada Simbok (Ibu). Apalagi dengan meme atau puisi-puisi indah yang semakin ngetrend di jaman belakangan ini.

Simbok saya itu orang yang sederhana. Beliau cukup meminta ditelepon sekurangnya 1-3x sebulan. Kata beliau, sekedar…

Cerita Indahnya Pertemuan Kementerian Kesehatan dengan Doktor Warsito

Hari ini saya merasa lebih beruntung. Bertemu dengan Doktor Warsito dalam suasana akrab dan kekeluargaan. Tidak seperti persepsi yang tergambar di media yang terasa panas dan penuh perbedaan tajam. Kementerian Kesehatan dan PT Edwar Technology (ET) berdialog dan berbicara dari hati ke hati.

Ibu Tritarayati dan Pak Akmal Taher menegaskan bahwa Kemenkes sejak awal mendukung inovasi anak bangsa sepanjang dalam kaidah penelitian yang baik. Ini dibuktikan dengan adanya nota kesepahaman antara Kemenkes dengan PT ET sejak tahun 2012.
Demikian juga Doktor Warsito, mewakili PT ET, secara rendah hati menegaskan bahwa sejak awal mengharapkan guideline dan pengawasan dari Kementerian Kesehatan.
Sungguh saya menyaksikan, betapa elok dialog hari ini. Silaturahmi dan komunikasi meneguhkan tujuan yang sesungguhnya sama; memberikan yang terbaik bagi diagnostik dan tetapi bagi pasien kanker
Berikut saya kutipkan pernyataan Doktor Warsito dalam akun facebook-nya :



Buat Rekan-Rekan Semua, mohon maaf tela…