Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2016

Harus Ada Pilihan

"Pak, totalnya sekian," kata Udoro,seorang services advisor Chevrolet Kalimalang.
Saya mengamati layar komputer disamping saya. Total biaya service rutin kali ini sekitar Rp 1,3 juta. "Apa yang bisa dikurangi komponen service-nya, jadi biaya bisa lebih kecil?"
Udoro kembali memeriksa buku service. Dia bolak balik beberapa lembar riwayat service sebelumnya. "Sepertinya olie mesin pak. Saya pribadi menyarankan ganti olie setiap 7.500 KM. Tapi Bapak ganti setiap hampir 15.000"
"Jika tak ganti olie, biayanya sekian," katanya. Saya kembali lihat layar, sekitar Rp 450 ribu. "Kalau saya ganti olie pada service berikutnya, apa akibatnya? Mobil mogok?"
"Nggak apa-apa pak. Dalam jangka panjang pak. Mesin lebih tahan lama. Kita memang punya pilihan ganti olie, 7500, 15000, 30000"


Saya diam ragu ganti olie atau tidak.
"Begini pak, sekarang kits tulis tidak ganti olie. Tapi nanti kita cek dulu kualitas olienya. Jika harus ganti, …

Facebookmu Dirimu

Menurut riset, dari sekian ribu teman facebook kita hanya mengenal sekitar 120 orang. Yang terkoneksi paling dekat sekitar 5 orang, itu pun biasanya keluarga. Kemudian sekitar 50 orang yang sekedar kenal nama dan segelintir profilnya. Selebihnya, kita hanya berteman di Facebook tapi tidak tahu siapa sebenarnya mereka.

Hanya melalui status facebook yang berseliweran di linimasa, kita mengidentifikasi siapa teman-teman kita itu. Melalui tulisan, gambar dan video yang ditayangkan, kita sedikit mengenal seperti apa orang yang berteman Facebook dengan kita.

Kita bisa temukan ada yang mayoritas statusnya berisi keluhan, protes bahkan ujaran kebencian. Banyak juga kalimat bijak dengan kata mutiara bak pujangga atau ala motivator.

Ada juga curahan hati, galau dan ekspresi kejombloan, terutama di malam minggu. Dan pastinya banyak yang pamer foto selfie, wefie dan grupie, lengkap dengan tempat wisata dan kuliner. Ada juga yang statusnya ini itu, begini begitu. Banyak banget.

Dari status Faceboo…

Inspirasi Dahlan

"Selamat siang, pak," sapaku sambil menyalami.
"Eh, pernah ketemu ya?"
"Iya pak semalam di acara SPS . Boleh selfie pak?"
Cekrek. Saya ber-wefie dengan Pak Dahlan Islan, tak lama masuk ruang tunggu bandara Praya NTB.

Teringat salah satu nasehat beliau, Jangan pikirkan MEA, apalagi jika membuat anda khawatir. Kerjakan saja yang terbaik. Negara Thailand, Vietnam, Malaysia dan lain-lain juga melihat Indonesia sebagai ancaman dalam MEA. Meski katanya, SDM kita yang mampu bersaing di era MEA hanya 15 persen, tapi itu lebih besar dari negara lain di ASEAN. Andai saja orang pinter Indonesia dikumpulkan dalam satu pulau, jumlahnya jauh lebih banyak dari seluruh penduduk Singapura. Andai orang kaya Indonesia dikumpulkan dalam satu pulau, jumlah kekayaannya lebih besar dari negara Australia. Menurut tahun China, ini tahun monyet api. Maknanya, bagi orang yang CERDIK dan SEMANGAT akan meraih kesuksesan. Terima kasih, pak Dahlan.