Senin, 27 Mei 2013

Apakah Anda Termasuk Karyawan Golongan Malaikat?

Pada sebuah rapat, atasan saya memberikan motivasi kepada peserta rapat. Melalui sebuah presentasi singkat tentang kemajuan negara disebabkan oleh perilaku dan budaya penduduknya. Bukan ditentukan oleh umur atau lamanya negara, bukan pula kekayaan sumber daya alamnya yang melimpah.

Disela-sela presentasi ada analogi yang menarik tentang gambaran perilaku karyawan/staff. Kata beliau, dari 100 orang, ada sekitar 15 sampai 20 persen orang termasuk "golongan malaikat". Golongan ini  mampu bekerja dengan baik, penuh inisiatif dan jujur. Entah diberi makan apa oleh orang tua atau bagaimana dididiknya, orang-orang ini bekerja dengan penuh dedikasi dan berintegritas.

Namun sebaliknya ada sekitar 10 persen termasuk "golongan neraka", ketika diberi tugas tak pernah tuntas. Diajari sulit mengerti. Kerja sedikit ingin dapat bagian banyak. Cenderung banyak bicara sedikit kerja. Ya pokoknya susah diapa-apakan.

Dan sisanya, sekitar 70 persen yang dapat bekerja dengan baik jika kondisi lingkungan kerja kondusif. Tetapi juga akan berkinerja buruk, saat kondisi kerja tak baik. Untuk golongan tengah-tengah inilah sistem kerja meski dibangun. Sistem dibuat untuk mengatur untuk 70 persen ini. Dengan sistem yg baik, orang yang awalnya tidak bagus menjadi berubah lebih baik.

Kemudian atasan saya melanjutkan dengan mengharapkan kepada 15 - 20 persen orang ini membantu kawannya agar lebih baik. Sedangkan untuk yang 10 persen ini,  kalau memang tidak mau baik ya tidak apa-apa. Tetapi jangan mengajak orang lain. Jangan menghasut orang lain, itu perkara.

Dan beliau menutup wejangan analoginya dengan pernyataan; sayangnya sebagian besar kita merasa termasuk golongan yg 20 persen, golongan malaikat!

Bagaimana dengan anda?

Jangan Sebarkan Foto dan Video dari Korban Terorisme

Astaghfirullah! Kita mengutuk pelaku peledakan bom di Surabaya pagi ini dan teror dengan segala bentuknya. Mohon tidak menyebarkan foto, au...