Rabu, 25 September 2013

Yang Muda Mestinya Semangat Kerja PNS

Bulan-bulan ini adalah musim PNS, anggap saja demikian. Hampir tiap hari ada berita Kementerian ini atau Pemda itu buka penerimaan CPNS. Juga melalui media sosial, dapat ditandai semakin semaraknya gairah anak-anak muda berburu peluang menjadi CPNS berbagai instansi pemerintah.

Bagi saya, rasanya seperti memutar kembali jarum sejarah sekitar 8 tahun lalu. Ketika itu, saya bersamaan puluhan ribu orang mengikuti ujian masuk CPNS di stadion utama Senayan. Bayangkan saja, Gelora Bung Karno yang biasanya penuh sesak suporter sepak bola, hari itu menjadi lautan anak bangsa yang mengadu nasib sebagai abdi negara. Dengan jumlah pelamar yang konon lebih besar, tahun ini semaraknya hampir serupa terjadi.

Hanya saja, untuk diri saya pribadi ada bedanya. Diantara ribuan peserta ujian, saya iseng saja mencoba peruntungan melamar CPNS. Tadi sudahlah, lain waktu mungkin saya bisa ceritakan "keberuntungan" itu hingga akhirnya saya jadi PNS. Sekarang kita bicarakan tentang atmosfer atau suasana semaraknya penerimaan CPNS yang sudah banyak dilakukan secara online.

Saya sungguh-sungguh berharap, para muda yang saat ini melamar menjadi PNS dapat memelihara semangatnya. Antusiasme yang muda ini harus dipertahankan bingga nanti jika benar-benar bekerja jadi PNS. Sejujurnya saya gelisah, jangan-jangan semangat yang muda ini hanya sebatas berburu syarat-syarat dan melamar CPNS. Jangan sampai antusias ini sekedar lolos dari status pengangguran. Amit-amit melamar PNS disebabkan menjalani nepotisme. Yang model begini, biasanya cepat loyo.

Sebaliknya, saya sangat berharap anak-anak muda penuh energik dan berdedikasi tinggi lolos sebagai CPNS. Saya mau anak-anak muda cerdas lulusan universitas terkemuka memenuhi seleksi calon pegawai negeri sipil ini. Saya mimpi, generasi muda seperti ini yang menjadikan PNS sebagai pilihan utama. Karena saya sangat yakin, dengan itulah salah satu pendorong utama reformasi birokrasi terwujud di negeri ini.

Sok idealis ya? Biarlah! Percuma anda para mahasiswa cerdas yang teriak-teriak, demonstrasi atau mencaci Pemerintah. Sia-sia anak muda berintegritas yang terus-terusan kritik Pemerintah tapi ogah masuk sistem birokrasi. Sebaliknya, yang masuk PNS hanya sisa-sisa generasi yang tak laku di swasta atau orang-orang yang enggan berkarya. Akibatnya, antusias dan semangat itu hanya saat lamaran saja.

Bukan apa-apa sih, saya hanya menumpahkan uneg-uneg. Saya merasa sudah cukup melihat PNS muda kering antusias dan miskin integritas. Sudah cukup pula menyaksikan pemuda dengan status CPNS suka datang terlambat dan pulang lebih awal dari jam kerja. Terlalu sering merasakan pemuda PNS yang malas belajar mengasah kemampuan.

Sesungguhnya banyak faktor sebab PNS kering antusias dan miskin integritas. Bisa jadi memang sejak awal tidak berminat PNS. Bisa juga tanpa kapasitas tapi beruntung masuk PNS, biasanya hasil kolusi dan nepotisme. Atau terlanjur terpengaruh budaya kerja buruk PNS lama.

Sayanglah, jika yang muda tidak semangat bekerja PNS. Jika hanya andalkan nepotisme, lebih baik jangan jadi PNS. Jika sekedar cari pekerjaan, bukan PNS statusnya. Kasihan bangsa ini yang tak segera bangkit maju karena birokrasinya. Sebaliknya, yang muda semangatlah melamar dan bekerja sebagai PNS.

Semoga pelamar yang membaca ini menjadi PNS yang antuasias dan berintegritas. Amiin.

Jangan Sebarkan Foto dan Video dari Korban Terorisme

Astaghfirullah! Kita mengutuk pelaku peledakan bom di Surabaya pagi ini dan teror dengan segala bentuknya. Mohon tidak menyebarkan foto, au...