Langsung ke konten utama

Seberapa Keren #Blogger2Hospital? Inilah Testimoninya

Keren! Itulah pendapat semua Blogger yang mengikuti program #Blogger2Hospital yang baru pertama diadakan (29/3) kemarin. Pendapat dan testimoni itu disampaikan secara langsung pada saat selesai santap siang sebagai feetback purna acara. Testimoni juga disampaikan melalui akun twitter masing-masing. Berikut saya kutipkan diantaranya;
@DewiSulistiawty: Pengalaman pertama ubek2 isi Rumkit,nambah pgthuan ttg selukbeluk RS #Blogger2Hospital

@TeRRenJr: Pengalaman syarat ilmu & pengetahuan #Blogger2Hospital. Bagi org awam tentang R.S spt saya. Kemarin adalah moment yg menambah pengetahuan.

@aniRingo: #Blogger2Hospital RS Premier Bintaro kemarin banyak wawasan ttg RS yg tak didapat dari media/pelajaran di sekolah, priceless!

@aniRingo: Dengan program #Blogger2Hospital tentu bermanfaat banget buat mengedukasi dan menyebarkan informasi dari A-Z ttg RS sebenarnya

@AriePitax: @anjarisme #blogger2hospital sangat positif, pasti ikutan lagi biar sebagai awam lebih tau standar dan istilah rumah sakit

@AriePitax: @anjarisme kemarin di #blogger2hospital jadi tau istilah warna di IGD dan maknanya, triage, standar cuci tangan, dll"

"@riacitinjaks: Kesan #blogger2hospital Memberi wawasan baru. Yang paling penting adalah: Blogger mendapatkan banyak Edukasi seputar RS dgn Tour Inside Hospital ini

"@iriani_bgr77: 2. Sy coba menuliskan sisi lain dr petualangan #blogger2hospital di hari sabtu yg cerah. Petualangan yg memberi view baru ttng RS

Tak cukup berkicau, beberapa peserta #blogger2hospital secara sukarela menuliskan pengalamannya melalui postingan blog. Berikut diantaranya ;
1. Wisata edukasi tentang rumah sakit di RS Premier Bintaro, Priceless! http://t.co/BZ6wICzj09

2. Ketika #blogger2hospital ke RS Premier Bintaro http://t.co/aiuWuCcu4T

3. Menikmati Liburan dengan Berkeliling Rumah Sakit http://t.co/Yhb4X9iHs1

4. Sedikit cerita tentang serunya Tour ke RS. Premier Bintaro http://t.co/OXTg9K32si

5. Melongok ke dalam RS Premier Bintaro http://t.co/YfpgGNwTo4

Tertarik? Ayo gabung #blogger2hospital selanjutnya!

Postingan populer dari blog ini

Pasien Harus Tahu, Beda Pelayanan IGD dan Poliklinik

"Apa sih susahnya dilayani dulu, administrasi belakangan. RS tidak peduli pasien miskin"
"RS tempatnya pelayanan bukan tempatnya prosedur"
"Birokrasi RS emang berbeli belit. Ribet deh"

Sudah biasa kan menemui komentar seperti diatas. Demikian juga komentar publik terhadap kejadian Naila yang meninggal dunia sebelum mendapatkan pelayanan medis kemarin. Dari catatan saya berdasarkan klarifikasi langsung kepada pihak rumah sakit, didapatkan penjelasan bahwa semestinya Naila dirujuk ke IGD, bukan ke Poliklinik. Dari penelusuran saya, ternyata banyak orang belum mengerti bagaimana standar dan prosedur pelayanan di IGD dengan Poliklinik. Padahal sebagai pengguna rumah sakit, kita harus tahu; kapan saatnya ke Poliklinik, kapan mestinya ke IGD. Yuks, kita bahas!

Secara prinsip, prioritas pelayanan medis terhadap pasien didasarkan kepada kondisi dan indikasi medis. Dari sifat kesegeraan penanganan terdapat pasien emergensi dan elektif. Dikatakan pasien emergensi ketik…

Meluruskan Persepsi Salah Atas Cuti Hamil dan Dokter Internship

Siapa yang tak berempati ketika melihat wanita hamil tua yang susah payah mengangkat badan atau berjalan? Melihat wanita hamil dengan segala susah payahnya akan mengingatkan kita pada Ibu yang melahirkan kita atau isteri yang melahirkan anak-anak buah hati kita. Teramat sangat manusiawi jika kita menaruh empati kepada wanita-wanita hamil.

Sebuah tulisan berisi empati terhadap dokter internsip yang sedang hamil tua (konon) ditulis oleh seorang dokter beredar luas. Rasa empati terhadap dokter internsip yang hamil 8 bulan itu bagus sekali. Karena (sekali lagi), setiap kita memang seharusnya berempati. Tetapi rasa empati jangan sampai menghalangi kita bersikap obyektif terhadap program internsip. Rasa empati juga tidak boleh membuat kita mencampuradukan sesuatu hal sehingga mengambil kesimpulan yang tidak tepat.

Dalam hal ini, tulisan tersebut menyimpulkan secara sederhana bahwa karena tidak ada cuti hamil bagi dokter internsip maka program internsip tidak manusiawi. Kesimpulan sederhana i…

SD Anak Saya Mendadak Berubah Menjadi Madrasah

Ujian Nasional kembali dirundung persoalan yang tak kunjung usai. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Ujian Nasional menuai pro dan kontra disebabkan permasalahannya yang tak pernah diselesaikan. Hal ini kembali membangkitkan pertanyaan; apa yang terjadi dengan bangsa ini? Mengapa urusan Ujian Nasional saja begitu menyedot energi bangsa ini? Bukankah masih banyak urusan pendidikan yang lebih urgen dan penting?

Tak sedikit anak yang putus sekolah karena orang tuanya miskin. Masih banyak anak Indonesia yang tak mengenyam pendidikan dasar 9 tahun karena harus membantu mencari nafkah. Masih bertebaran bangunan dan sarana sekolah yang rusak tak segera diperbaiki. Bisa jadi ribuan Guru honorer tak juga diangkat sebagai guru tetap atau PNS meski sudah berpuluh tahun mengabdi. Anggaran pendidikan 25 persen dari APBN atau sekitar Rp 300 Trilyun seakan menjadi kutukan bagi negeri ini. Karena anggaran berlimpah itu, tak juga menyelesaikan persoalan mendasar pendidikan Indonesia.

Bicara pendidikan Indo…